Coba 10 Tips Ini Untuk Membangkitkan Bakat Dan Potensi Karyawan Difabel

Semua orang pasti memiliki bakat dan kemampuannya masing-masing. Oleh sebab itu, kami sarankan anda tidak meremehkan siapapun, bahkan para penyandang disabilitas. Dalam artikel ini, kami akan berbagi dengan anda 10 tips untuk membangkitkan bakat terpendam dan potensi karyawan penyandang cacat kompasiana.

Berikut adalah tips yang perlu anda ketahui:

1. Pastikan untuk fokus pada orang tersebut, bukan pada orang cacat. Ingatlah bahwa karyawan Anda dipekerjakan karena mereka memiliki keterampilan untuk melakukan pekerjaan itu.

2. Jangan meremehkan atau melebih-lebihkan, dan yang paling penting jangan membuat asumsi diam-diam tentang karyawan Anda: berkomunikasi dengan mereka untuk mengetahui siapa mereka, keahlian apa yang mereka tawarkan dan batasan apa yang mungkin mereka hadapi.

3. Jangan menghakimi seseorang atas apa yang tidak mereka ketahui atau apa yang tidak dapat mereka lakukan. Bimbing mereka dan berkomunikasi untuk mencapai pemahaman bersama tentang tanggung jawab dan harapan.

4. Jika karyawan Anda berjuang dengan beberapa tanggung jawab, pertimbangkan apakah mereka berada dalam peran yang ideal bagi mereka dan apakah mungkin ada cara yang lebih efektif untuk memanfaatkan bakat mereka.

5. Jangan biarkan rasa takut dan stigma menghalangi cara alami di sekitar karyawan penyandang cacat: jaga agar jalur komunikasi tetap terbuka, rileks, dan hormat dalam percakapan Anda.

6. Rayakan keheningan: beberapa penyandang cacat adalah pembelajar yang sangat visual dan mungkin membutuhkan lebih banyak waktu daripada yang lain untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan pemikiran. Jangan biarkan kecanggungan keheningan singkat mendorong Anda untuk menjadi luar biasa secara verbal.

7. Pastikan pesan Anda datang dengan efektif: minta karyawan menunjukkan kepada Anda apa yang telah Anda jelaskan atau minta mereka mengulangi pertanyaan itu. Kita semua memiliki gaya komunikasi dan pembelajaran yang berbeda, dan pendekatan ini akan menghindari kesalahpahaman sambil membantu mereka menyimpan informasi.

8. Jelas dalam memberikan arahan dan umpan balik. Jangan takut untuk memberi umpan balik kepada karyawan dengan disabilitas seperti orang lain.

9. Menciptakan lingkungan di mana karyawan didorong untuk meminta bantuan atau mengajukan pertanyaan. Pastikan karyawan tahu cara meminta bantuan.

10. Tetapkan standar perilaku sosial yang jelas, bahkan jika Anda merasa itu mungkin sudah jelas. Jangan berasumsi bahwa karyawan Anda tahu standar apa yang diharapkan. Ketahuilah bahwa beberapa penyandang cacat mungkin tidak terbiasa dengan isyarat-isyarat sosial tertentu, sementara itu mungkin tampak seperti kebiasaan orang lain.